Rabu, 15 April 2015

Etika dan Profesionalisme dalam Bidang IT


Nama  :  Riva Lis Rizkiyanti
Npm    :  16111287
Kelas   :  4ka38
Dosen  :  Irfan Humaini, ST.,MMSI


1.      Etika dalam Bidang IT

Etika yaitu berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat yang dimiliki individu untuk menilai tindakan yang dilakukan itu salah atau benar. Dalam perkembangan Teknologi, Informasi etika bisa menjadi pilar-pilar pembangunan nasional yang bisa mengadaptasi di setiap permasalahan bangsa sebagai contoh menyerap tenaga kerja baru, mencerdaskan kehidupan bangsa dan sebagai alat pemersatu bangsa. Dalam menjalankan etika profesi dalam bidang IT tidaklah mudah tetapi yang terpenting mampu menempatkan diri pada posisi yang benar. Profesi IT dianggap orang lain adalah profesi khusus karena keahlian yang ia miliki maka dari itu kita bisa menentukan tapi dengan ikatan yang jelas.

Profesi IT juga bisa dianggap sebagai 2 mata pisau, bagaimana yang tajam bisa menjadikan IT lebih berguna untuk kemaslahatan umat dan mata lainya bisa menjadikan IT ini menjadi bencana sosial, bencana ekonomi maupun krisis kebudayaan yang saat ini sering terjadi yaitu Pembuatan website porno, seorang hacker melakukan pengacakan rekening sebuah bank dan melakukan kebohongan dengan content-content tertentu, dan lain-lain. Kita juga harus bisa menyikapi dengan keadaan teknologi, informasi dan komunikasi saat ini dengan arus besar data yang bisa kita dapat dengan hitungan per detik ataupun dengan kesederhanaan teknologi kita bisa melakukan pekerjaan kita menjadi praktis, tapi kita harus melakukan pembenahan terhadap teknologi sebagai inovasi untuk meringankan maupun memberantas resiko kejamnya teknologi itu sendiri.

Dengan membangun semangat kemoralan dan sadar akan etika sebagai orang yang ahli di bidang IT . Tentu saja diharapkan etika profesi semakin dijunjung ketika jenjang pendidikan kita berlatar IT makin tinggi. Sedangkan keahlian dilapangan meningkat seiring banyaknya latihan dan pengalaman.


2.      Profesionalisme dalam Bidang IT

        Dalam Kamus Kata-Kata Serapan Asing Dalam Bahasa Indonesia, karangan J.S. Badudu (2003), definisi profesionalisme adalah mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau ciri orang yang profesional. Sementara kata profesional sendiri berarti: bersifat profesi, memiliki keahlian dan keterampilan karena pendidikan dan latihan, beroleh bayaran karena keahliannya itu. 
      Jadi dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa profesionalisme mempunyai dua kriteria pokok, yaitu keahlian dan pendapatan (bayaran). Kedua hal itu merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan. Artinya seseorang dapat dikatakan memiliki profesionalisme manakala memiliki dua hal pokok tersebut, yaitu keahlian (kompetensi) yang layak sesuai bidang tugasnya dan pendapatan yang layak sesuai kebutuhan hidupnya.





 Sumber:
https://raahmaad.wordpress.com/2013/10/20/etika-profesi-di-bidang-it-informasi-dan-teknologi/ 
http://sirendi.blogspot.com/2013/04/etika-profesi-profesionalisme-ciri.html


Sabtu, 19 Oktober 2013

Kesimpulan dari Mengkomparasi 3 Buku tentang Kutipan dan Catatan Kaki

Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan dari kutipan ketiga buku tersebut, dapat disimpulkan bahwa setiap buku memiliki kutipan langsung dan kutipan tidak langsung yang berbeda-beda. Misalkan, pada buku yang berjudul Pengantar Pasar Modal : “Marzuki Usman dkk (1997:14-18) menguraikan bahwa pada dasarnya terdapat empat peranan strategis dari pasar modal bagi perekonomian suatu negara.” Kutipan ini merupakan contoh kutipan langsung yang mengutip dari pendapat seorang Tokoh Marzuki Usman. Begitu pula pada ke dua buku setelahnya, kutipan yang di ambil adalah berdasarkan pendapat dari seorang tokoh dalam menanggapi sebuah kejadian. 

Namun pada catatan kaki, dari ketiga buku tersebut memiliki perbedaan yaitu pada beberapa buku catatan kaki lebih mengutamakan pada penjelasan dari sebuah istilah yang mungkin asing bagi pembaca. Dan pada buku lain catatan kaki digunakan untuk menjelaskan bahwa kalimat tersebut di ambil dari sebuah buku/karya lain. Sedangkan pada daftar pustaka ketiga buku ini memiliki kesamaan penyusunan sesuai dengan kaidah penulisan daftar pustaka yang baik.

Rumahku Istanaku


 Rumahku, istanaku. Ungkapan itu masih cocok untuk menggambarkan sebuah rumah yang teduh, nyaman, aman, dan hangat bagi keluarga. Tapi tidak murah untuk mewujudkannya. Mahalnya biaya rumah ramah lingkungan tidak dapat dilepaskan dari banyaknya teknologi canggih yang dibenamkan di dalamnya. Contohnya saja penggunaan sensor mati-hidup yang diterapkan pada lampu rumah. Selain efektif, teknologi itu juga bisa jadi salah satu upaya mengubah perilaku masyarakat Indonesia yang boros.  
 
Apalagi masih banyak yang tidak tahu kalau rumah tinggal juga banyak menyerap energi bumi. Seiring dengan berjalannya waktu, isu pemanasan global juga ikut memengaruhi tren arsitektur rumah atau tempat hunian. Penggunaan bahan yang ramah lingkungan dan tren green minimalist menjadi konsep rumah hijau paling popular saat ini. Selain itu, masih ada aspek-aspek lain yang mendukung konsep rumah ramah lingkungan, seperti rancang bangunnya, metodologi pembangunannya, dan efisiensi penggunaan airnya.

Sayangnya, aspek penghematan energi yang menjadi bagian dari konsep rumah ramah lingkungan ternyata tidak mudah diterapkan di Indonesia. Pasalnya, bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, konsep rumah ramah lingkungan cenderung dianggap mahal. Padahal, idealnya konsep rumah ramah lingkungan tidak harus mahal, tapi tidak membahayakan ekosistem. Jadi pada hakikatnya, rumah ramah lingkungan adalah rumah yang tidak merusak lingkungan.

Dalam kondisi lingkungan yang semakin rusak akibat perubahan iklim, manusia dituntut untuk benar-benar peduli dengan lingkungannya. Salah satunya, dengan berinovasi menciptakan produk-produk bermutu yang ramah lingkungan, hemat, dan efisien, khususnya yang terkait dengan rumah.


Sumber : Sindo, 2013.

Jumat, 18 Oktober 2013

Hubungan 9 Aspek Penting dalam Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar istilah "Baik dan Benar" dalam bahasa indonesia. pastinya banyak orang yang bertanya "bagaimana menggunakan bahasa yang baik dan benar itu?". Untuk memahami bagaimana menggunakan bahasa yang baik dan benar, oleh karena itu saya akan memberikan sedikit penjelasan. Bahasa Indonesia yang baik tentunya yaitu bahasa yang sesuai dengan konteks, sedangkan bahasa Indonesia yang benar yaitu bahasa yang sesuai dengan kaidah-kaidah dan aturan EYD. Tetapi dalam suatu penulisan bahasa, bahasa yang baik dan benar itu bahasa yang mempunyai keterkaitan dalam 9 aspek penting yaitu:

1. Ragam Bahasa
2. Ejaan
3. Diksi
4. Kalimat
5. Alinea
6. Perencanaan penulisan karangan ilmiah
7. Kerangka karangan
8. Kutipan dan Catatan kaki
9. Abstrak dan Daftar pustaka

  •   Penjelasan menggunakan paragraph Deskriptif.
Pernyataan "bahasa Indonesia yang baik dan benar” mengacu pada ragam bahasa yang dimana memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran. Bahasa yang diucapkan biasanya adalah dalam bentuk bahasa yang baku. Menggunakan bahasa yang benar menjadi pilihan utama dalam berbahasa. Jika kita perhatikan, pada dasarnya bahasa itu suatu rangkaian bunyi. Buktinya, tidak sedikit bahasa di dunia ini yang tidak mengenal bentuk tulisan.
Bagaimana menuliskan bahasa lisan, apa aturannya, tanda apa yang digunakan, dan lain-lain itulah yang berhubungan dengan ejaan. Sedangkan pada diksi bahasa indonesia yang baik dan benar itu dapat memilih kata yang tepat dalam menggunakan gagasan. Bahasa Indonesia yang baik dan benar tentunya mempunyai suatu kata, frase maupun klausa yang merupakan suatu bagian-bagian dari kalimat. Suatu bahasa Indonesia yang baik dan benar pastinya mempunyai suatu alinea atau paragraph yang berisikan gagasan utama dari alinea tersebut.
Pada penulisan ilmiah, Kerangka karangan, Kutipan, Catatan kaki, Abstrak dan Daftar pustaka mempunyai satu kesatuan yang erat artinya memiliki suatu hubungan yang saling melengkapi satu sama lainnya. Jika kita berbicara tentang kutipan pasti berhubungan dengan suatu catatan kaki. Suatu kutipan yaitu salinan kalimat, paragraph, atau pendapat dari seorang pengarang atau ucapan orang terkenal karena keahliannya, baik yang terdapat dalam buku. Sedangkan catatan kaki yaitu suatu keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah.
Jadi kesembilan aspek diatas sangat lah penting untuk penulisan ilmiah. Karena kesembilannya menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi. Oleh karena itu tujuan bahasa Indonesia yang baik dan benar yaitu mempunyai kesembilan aspek tersebut yang saling melengkapi.


Selasa, 09 Juli 2013

Cita-Cita Setelah Lulus S1



Cita-Cita setelah lulus S1
Cita-cita saya sewaktu kecil yaitu menjadi seorang dokter. Tetapi seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia saya mulai menyadari bahwa profesi ini butuh mengeluarkan biaya yang sangat banyak. Dan semenjak itu cita-cita saya mulai berubah apalagi sekarang saya seorang mahasiswa jadi harus bersikap kritis dan realistis. Karena sekarang mencari pekerjaan tidaklah mudah. Karena nantinya setelah lulus kuliah kita akan di hadapkan dengan dua pilihan berkerja atau menjadi seorang pengangguran. 

Karena sekarang ini lulusan S1 sangatlah banyak tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang semakin sedikit. Maka itu setelah lulus kuliah ini saya ingin membuka usaha sendiri di bidang makanan. Saya ingin menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain agar menurunkan angka pengangguran di Indonesia.